Mengobati Kanker Hati

Cara sederhana pemeriksaan kanker hati dengan USG (ultrasonografi). Jika hasil pemeriksaan USG dicurigai adanya kanker hati, selanjutnya dilakukan biopsy jaringan hati. Adapun pemeriksaan laboratorium untuk menentukan kadar AFP (Alfa Feto Protein) dalam darah. Jika AFP meningkat patut dicurigai adanya kanker hati.

Menurut ahli penyakit hati, penyebab munculnya penyakit hati tidak mengetahui gejala awalnya, dan baru ke dokter saat stadium lanjut. Padahal stadium awal akhir ini dapat dicegah. Dengan mengangkat jaringan sel-sel kanker. Namun pada stadium lanjut , sel kanker sudah menyebar.

Beberapa pakar kesehatan menyimpulakan hasil penelitiannya bahwa virus Hepatitis 100X lebih mudah menular ketimbang HIV.

Sebenarnya paling mengkhawatirkan adalah berkembangnya penyakit ini menjadi kanker hati atau sirosis yanga berujung pada kegagalan fungsi hati Devisis Hematologi Fakultas Kedokteran (UI) menambahkkan kekuatan bahwa kemampuan obat sorafenib dapat  dalam memperpanjang harapan hidup manusia ditinjau dari hasil bagian berbagai riset. Obat sorafenib bekerja dengan membidik sel tumor atau sistem pendarahan tumor. Obat ini sering digunakan dokter untuk mengawasi penyakit kanker hati ini. Kanker stadium lanjut diperkirakan termasuk 6 besar kanker yang paling sering menyebabkan kematian di Indonesia. Biasanya jumlah penderita setara dengan angka penderita Hepatitis B dan Hepatitis C yang kronis.  Pengobatan dengan transplantasi untuk menagtasi penyakit hati, kemoterapi pembuluh nadi hanya membuang sel nadi kanker hati stadium akhir, persentase tidak lebih dari setengah tahun.


=====================================

>>> Keladi Tikus (Typhonium Flagelliforme) Membantu Menghambat Pertumbuhan Kanker/Tumor dan Memelihara Daya Tahan Tubuh, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Cara Mengobati Kanker Hati, Kanker Hati and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.